UJIAN TENGAH SEMESTER
Mata Kuliah : Teknologi
Pendidikan
Dosen pengampu :
DR.Danang Tandyonomanu, M.Si
Di sususn oleh : SRI
WAHYUNI
NIM :
137905033
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Menghadapi perkembangan teknologi, khususnya teknologi
informasi dan komunikasi yang semakin pesat dan dinamis, maka pembelajar perlu
dipersiapkan agar memiliki ketrampilan yang dapat diterapkan dalam berbagai
aspek kehidupan. Pembelajar diberi kesempatan untuk belajar mengembangkan
ketrampilan teknologi informasi dan komunikasi yang bermanfaat pada proses
belajarnya dan dalam kehidupan sehari-harinya serta dapat digunakan untuk
mempersiapkan dirinya menghadapi masa yang akan datang
Dari
beberapa pendapat yang mengkomentari tentang E-learning maka dapat disimpulkan
bahwa E-learning merupakan suatu konsep belajar mengajar yang
memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media
internet, intranet atau media jaringan komputer lain serta peralatan elektronik
lainnya yang dapat menunjang proses pembelajaran. Namun dari kebanyakan
pendapat E-learning selalu diidentikkan dengan penggunaan internet
sehingga memuingkinkan terjadinya pembelajaran jarak jauh dan tidak terbatas
oleh tempat dan waktu. Dan kaitannya dengan hal tersebut dapat diartikan bahwa E-learning
merupakan sebuah strategi baru dalam pembelajaran yang disesuaikan dengan
perkembangan era digital informasi.
B. RUMUSAN MASALAH
Penerapan
elearning di Indonesia. Apa yang menjadi kendala dan kemungkinan yang muncul.
Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan
mengoptimalkan pelaksanaan elearning jika diterapkan di Indonesia.
Interaksi
merupakan bagian yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan
elearning, interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi
tantangan tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua
aspek interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
Mengapa
pendidikan perlu mempertimbangkan elearning? Bagaimana dengan ilmuan teknologi
pendidikan menyikapi hal ini?
Pemanfaatan
elearning ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau
bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog
pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?
C. TJUAN
1. Dalam pembelajaran E-
Learning kita dapat mengetahui kendala- kendala dalam
penerapannya
2. Agar kita mengetahui manfaaat dari pembelajaran E-
Learning
3. Dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan pembeljaran
E-Learning
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penerapan
elearning di Indonesia. Apa yang menjadi kendala dan kemungkinan yang muncul.
Jelaskan kendala dan kemungkinan tersebut, dan bagaimana mengatasi dan
mengoptimalkan pelaksanaan elearning jika diterapkan di Indonesia.
E-learning adalah semua
yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas
pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies
seperti PDA dan MP3 players. Juga penggunaan teaching materials berbasis
web dan hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi,
perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer
aided assessment, animasi pendidikan, simulasi, permainan, perangkat lunak
manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan lain-lain. Juga
dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda [Thomas Toth, 2003;
Athabasca University, Wikipedia
Kendala atau hambatan dalam penyelenggaraan
e-learning, yaitu (Effendi, 2005) :
a. Investasi. Walaupun e-learning pada
akhirnya dapat menghemat biaya pendidikan, akan tetapi memerlukan investasi
yang sangat besar pada permulaannya.
b. Budaya. Pemanfaatan e-learning membutuhkan
budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar atau mengikuti pembelajaran
melalui komputer.
c. Teknologi dan infrastruktur. E-learning
membutuhkan perangkat komputer, jaringan handal, dan teknologi yang tepat.
d. Desain materi. Penyampaian materi melalui
e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric. Saat ini masih
sangat sedikit instructional designer yang berpengalaman dalam
membuat suatu paket pelajaran e-learning yang memadai.
e. Sumber daya manusia dalam hal ini
meliputi pengajar dan siswa/mahasiswa. Masih banyak pengajar, terutama pengajar
yang lama belum bisa menggunakan E-learning dalam pembelajaran karena
mereka memang belum pernah mengenal apa itu E-learning dan karena sudah
lamanya mereka menggunakan sistem klasik ini. Dari siswa/mahasiswanya pun masih
banyak yang belum bisa menggunakan E-learning secara maksimal. Hal itu
karena mereka masih menggunakan cara klasik yang diajarkan oleh guru mereka
sebelumnya.
Untuk mengatasi kendala-kendala yang menjadi penghambat penerapan
e-Learning di tingkat sekolah menengah tidak lepas dari peran dan dukungan
beragam pihak. Sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini guru sebagai tenaga
pendidik perlu mendapatkan pelatihan dalam bidang IT sehingga menguasai
teknologi informasi dan komunikasi digital dan penerapannya. Masalah
infrastruktur bukanlah menjadi kendala utama dalam penerapan sistem pendidikan
berbasis e-Learning dikarenakan saat ini kemajuan teknologi semakin memudahkan
akses beragam konten digital seperti e-book dan lainnya. Tinggal yang perlu
diperhatikan dan dikembangkan adalah kreatifitas guru dalam penyampaian
materi-materi yang bersifat e-Learning.
Siswa pun dalam hal ini memiliki peran yang sangat penting dalam penerapan
sistem pendidikan yang berbasis e-Learning karena siswa merupakan subjek utama
dalam pendidikan itu sendiri. Siswa akan dituntut lebih proaktif dan kreatif
dalam mengikuti proses belajar dan mengajar yang berbasis e-Learning. Peranan
guru akan semakin berkurang khususnya dalam hal pengawasan terhadap kemajuan
prestasi siswa itu sendiri, jangan sampai terdapat siswa yang tidak up to
date terhadap materi yang telah disajikan oleh guru dan membuat prestasi
siswa malah anjlok. Antara guru dan murid harus tetap terjalin komunikasi, baik
itu di sekolah ataupun diluar lingkungan sekolah itu sendiri, baik itu secara
langsung ataupun melalui media komunikasi digital seperti email, sms dan
sebagainya.
Untuk mendukung penerapan sistem pendidikan berbasis e-Learning, baik guru
dan murid dapat memamfaatkan social media seperti Facebook, Twitter,
Blog dan sebagainya dalam aktivitas belajar dan mengajar. Social media
saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia secara luas
sehingga wajar jika peranan social media dalam penyampaian informasi
sangat penting termasuk penyampaian materi tentang pelajaran tertentu dari guru
ke murid.
Cara
mengatasi dan mengoptimalkan pelaksanaan E-Learning jika diterapkan di
Indonesia
1.
Pemerintah harus memberikan akses internet mulai dari wilyah terpencil
2. Setiap
sekolah sudah siap menerapkan pembelakaran E-Learning agar peserta didik lebih
mengetahhui tentang perkembangan teknologi
3. Melakukan
Evaluasi secara Kontinyu
Evaluasi
terhadap sistem dan segenap aspeknya perlu dilakukan secara terus menerus untuk
menjamin keberhasilan penerapan e-learning. Membandingkan hasil belajar peserta
didik dengan pembelajaran secara konvensional dapat memberikan justifikasi
apakah sistem e-learning yang dikembangkan memenuhi standar keberhasilan proses
pembelajaran atau tidak.
4. Tersedianya sarana prasarana yang memadai
B. Interaksi merupakan bagian
yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pemanfaatan elearning,
interaksi yang muncul di antara peserta pembelajaran menjadi tantangan
tersendiri. Bagaimana mengoptimalkan aspek interaksi sehingga semua aspek
interaktivitas pada pembelajaran tatap muka (face-to-face) dapat tercapai?
Dengan adanya pembelajaran E-
Learning tentu saja faktor kehadiran gu ru / pengajar otomatis menjadi
berkurang / bahkan tidk ada . hal ini disebabkan karena yang mengambil peran
guru adalah komputter dan panduan- panduan elektronik yang dirancang oleh
contents writer, designer e learning dan pemrogaman komputer
Tetapi dengan pembelajaran E-Learning dapat meningkatkan interaksi
pembelajaran, dengan adanya interaksi antara pembelajar, materi pembelajaran,
dan pengajar. Sebab dengan tidak adanya tatap muka langsung biasanya para
pembelajar lebih berani mengungkapkan pendapat dan pertanyaan yang substansial
terhadap materi pembelajaran, atau dengan kata lain bahasa tulisan yang sering
dipakai dalam interaksi tersebut biasanya lebih memberikan penjelasan dari pada
penggunaan bahasa verbal.
C. Mengapa
pendidikan perlu mempertimbangkan elearning? Bagaimana dengan ilmuan teknologi
pendidikan menyikapi hal ini?
Pendidikan perlu mempertimbangkan e learning karena disisi lain penerapan
pembelajaran sistem e learning ini sangat efektif.
Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, penerapan e-Learning merupakan suatu strategi yang efektif
untuk mengejar ketertinggalan bangsa
kita dengan bangsa lainnya yang sudah selangkah lebih maju dibidang
ilmu pengetahuan dan teknologi
(iptek), terutama teknologi informasi. Sebagai solusi, e-Learning memiliki keunggulan berupa biaya
pengem-
bangan yang lebih murah, lebih
baik, serta lebih cepat.
* Lebih Murah.
Metode pembelajaran secara e-Learning tidak mengharuskan peserta kegiatan belajar
mengajarmenghadiri suatu ruang
tertentu, tidak diperlukan keberadaan ataupun penyediaan
seorang tutor.
* Lebih Baik.
Metode pembelajaran secara e-Learning tidak menetapkan seorang peserta sebagai bagian
* Lebih Baik.
Metode pembelajaran secara e-Learning tidak menetapkan seorang peserta sebagai bagian
dari seluruh peserta lainnya mengikuti cara belajar
teman - teman lainnya. Hal ini, jelas
sekali membuat
mereka yang memiliki intelegensia tinggi dapat mempelajari subjek
masalah yang ingin dipelajari
secara lebih mendalam dan dapat lebih banyak lagi mendapat
kan informasi yang menarik.
* Lebih Cepat.
* Lebih Cepat.
Asalkan peserta
tersebut memiliki hak akses perangkat teknologi informasi (misalnya
komputer),
dengan cepat ia akan segera
mendapatkan informasi yang dicarinya,
bahkan tanpa disadari
ia mungkin akan mendapatkan
informasi jauh melebihi dari apa yang ia cari.
Ilmuan menyikapi teknologi pendidikan e- learning
Menurut Association
for Educational Communication and
Technology (AECT, 1977), teknologi pendidikan adalah suatu proses yang
kompleks dan terpadu melibatkan orang, prosedur, ide, alat, dan organisasi
untuk menganalisis masalah-masalah, merancang, mengimplementasikan, mengelola,
dan mengevaluasi pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah tersebut yang
melibatkan semua aspek dalam human
learning. Lebih lanjut Seels dan Richey (1994) mengatakan bahwa
teknologi pembelajaran adalah teori dan
praktik dalam merancang, mengembangkan, menggunakan, mengelola, dan
mengevaluasi proses dan sumber belajar.
D. Pemanfaatan
elearning ditengarai akan menyebabkan perilaku penyendiri tidak mau
bersosialisasi dengan orang lain di lingkungannya. Bagaimana upaya teknolog
pembelajaran dalam mengatasi kemungkinan tersebut?
Para pelajar merasakan sensasi belajar
yang benar-benar berbeda dibandingkan kelas konvensional. Akses mereka terhadap
informasi juga meningkat dengan drastis. Selain itu, para pelajar juga dapat
memilih sendiri cara belajar yang dirasa paling cocok dengan kepribadian mereka
ketika mengikuti kelas e-learning. Para pendidik merasakan dampak dari
penggunaan e-learning terhadap metode pengajaran yang digunakan. Mereka perlu
melakukan adaptasi dalam cara pengajaran yang disampaikan yang tentunya berbeda
dengan metode konvensional. Selain itu juga diperlukan keahlian dalam
menyediakan materi pembelajaran yang menarik untuk digunakan melalui sistem
e-learning dan menggunakan fitur-fitur yang disediakan pada sistem e-learning
dengan optimal dan efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Afinah. (2012). “Penerapan E-learning di
Indonesia”. [online]. Tersedia: http://afina167.wordpress.com/2012/08/30/penerapan-e-learning-di-indonesia/html. [
4 Desember 2013].
Effendi. (2009). “Hambatan dan
Keterbatasan E-learning”. [online].
Tersedia: http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/11/hambatan-dan-keterbatasan-e-learning.html. [3 Desember
2013].
Mustaji. (2011). “Pemanfaatan
Multi Media untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan”. Disajikan
dalam seminar AKAL Interaktif di TB. Gramedia EXSPO Surabaya. [online]. Tersedia: http://pasca.tp.ac.id/site/pemanfaatan-multi-media-untuk-meningkatkan-kualitas-pendidikanhtml. [4 Desember
2013
http://fahreena.wordpress.com/2010/10/04/e-learning-sebagai-strategi
pembelajaran/ diakses 27 Maret 2012 pukul 15.16.
